January 26, 2016

Dokter Perkalian, Bukan Sekadar Bermain Angka


1.       Ringkasan

Metode Dokter Perkalian ini merupakan metode belajar kreatif yang digunakan dalam pelajaran matematika untuk kelas III, IV, V, dan VI. Metode ini bertujuan agar peserta didik senang belajar matemataika dan mudah memahami konsep dasar matematika. Selain itu, metode ini juga membiasakan peserta didik untuk saling membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar.


2.       Latar belakang

Rombongan belajar kelas VI SD Inpres Offie Fakfak, berjumlah 21 peserta didik yang memiliki beragam karakteristik. Beberapa peserta didik sangat senang dengan pelajaran matematika, namun tidak sedikit juga yang menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang membosankan dan sulit dipahami. Hal ini berdampak pada kesulitan mereka dalam belajar perkalian.



3.       Tujuan kegiatan

Metode belajar Dokter Perkalian ini bertujuan untuk membuat pelajaran matematika menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik diharapkan lebih mudah memahami konsep dasar matematika. Selain itu, metode belajar kreatif ini juga melatih peserta didik untuk saling membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar pada pelajaran apapun.



4.       Metode

a.       Alat dan bahan

1.       Kertas bekas

2.       Lem

3.       Spidol

b.      Langkah-langkah

Kegiatan Awal

1.       Pendidik memberikan soal perkalian sebagai pretes untuk mengetahui kemampuan masing-masing peserta didik.

2.       Pendidik mengoreksi hasil pekerjaan peserta didik.

3.       Peserta didik yang paling cepat mengerjakan dan hasilnya benar semua dijadikan sebagai dokter perkalian. Bagi peserta didik yang hasilnya salah sedikit dijadikan sebagai suster dan mantri. Bagi peserta didik yang belum dapat melakukan perhitungan perkalian dijadikan sebagai pasien.

Kegiatan Inti

1.       Pendidik menuliskan peran siswa (sebagai dokter, suster, mantri, dan pasien) menggunakan kertas bekas yang ditempel di dada.



2.       Pendidik dibantu beberapa siswa mengatur kelas menjadi rumah sakit yang terbagi menjadi beberapa ruang.

3.       Peserta didik yang berperan sebagai dokter, suster, dan mantri bertugas mengajari pasien menghitung perkalian.

4.       Pasien berhak memilih dokter, suster, dan mantri yang mereka senangi.




 


5.       Dokter berhak membuat resep obat atau vitamin yang berupa soal perkalian kepada pasiennya. 


6.       Selama kegiatan berlangsung, pendidik berkeliling untuk mengoreksi jawaban pasien.

Kegiatan Akhir

1.       Dokter, suster, dan mantri melaporkan kepada pendidik pasien mana saja yang sudah sembuh, dalam artian peserta didik sudah memahami dan dapat mengerjakan soal perkalian dengan benar.

2.       Bagi pasien yang masih sakit, dalam artian masih belum memahami perkalian, maka dokter, suster, maupun mantri harus menambah jumlah obat dan vitaminnya dan mengajarinya lebih tekun.


5.       Kesimpulan

Peserta didik lebih senang belajar matematika menggunakan metode belajar kreatif ini. Semua peserta didik terlibat aktif. Mereka gembira sekali memerankan dokter, suster, mantri, dan pasien. Para pasien memiliki kemauan yang lebih tinggi untuk sembuh atau dapat memahami perkalian. Mereka menjadi antusias mengerjakan soal matematika yang dibungkus dalam paketan obat dan vitamin. Para dokter, suster, dan mantri dengan senang hati mengajari para pasien.



Hikmah pelajaran

1.       Metode belajar Dokter Perkalian ini membentuk karakter peserta didik lebih kompetitif untuk bisa.

2.       Metode yang sejenis dengan tutor sebaya ini melatih siswa untuk saling membantu satu sama lain.



3.       Peserta didik mengetahui peran dan tugas profesi seorang dokter, suster, dan mantri.

4.       Pelajaran matematika tidak lagi menakutkan.



No comments: