1.
Ringkasan
Metode Dokter
Perkalian ini merupakan metode belajar kreatif yang digunakan dalam pelajaran
matematika untuk kelas III, IV, V, dan VI. Metode ini bertujuan agar peserta
didik senang belajar matemataika dan mudah memahami konsep dasar matematika. Selain
itu, metode ini juga membiasakan peserta didik untuk saling membantu temannya
yang mengalami kesulitan belajar.
2.
Latar belakang
Rombongan belajar
kelas VI SD Inpres Offie Fakfak, berjumlah 21 peserta didik yang memiliki
beragam karakteristik. Beberapa peserta didik sangat senang dengan pelajaran
matematika, namun tidak sedikit juga yang menganggap bahwa matematika merupakan
pelajaran yang membosankan dan sulit dipahami. Hal ini berdampak pada kesulitan
mereka dalam belajar perkalian.
3.
Tujuan kegiatan
Metode belajar
Dokter Perkalian ini bertujuan untuk membuat pelajaran matematika menjadi menyenangkan,
sehingga peserta didik diharapkan lebih mudah memahami konsep dasar matematika.
Selain itu, metode belajar kreatif ini juga melatih peserta didik untuk saling
membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar pada pelajaran apapun.
4.
Metode
a. Alat
dan bahan
1. Kertas
bekas
2. Lem
3. Spidol
b. Langkah-langkah
Kegiatan Awal
1. Pendidik
memberikan soal perkalian sebagai pretes untuk mengetahui kemampuan
masing-masing peserta didik.
2. Pendidik
mengoreksi hasil pekerjaan peserta didik.
3. Peserta
didik yang paling cepat mengerjakan dan hasilnya benar semua dijadikan sebagai
dokter perkalian. Bagi peserta didik yang hasilnya salah sedikit dijadikan
sebagai suster dan mantri. Bagi peserta didik yang belum dapat melakukan
perhitungan perkalian dijadikan sebagai pasien.
Kegiatan Inti
1. Pendidik
menuliskan peran siswa (sebagai dokter, suster, mantri, dan pasien) menggunakan
kertas bekas yang ditempel di dada.
2. Pendidik
dibantu beberapa siswa mengatur kelas menjadi rumah sakit yang terbagi menjadi
beberapa ruang.
3. Peserta
didik yang berperan sebagai dokter, suster, dan mantri bertugas mengajari
pasien menghitung perkalian.
4. Pasien
berhak memilih dokter, suster, dan mantri yang mereka senangi.
5. Dokter
berhak membuat resep obat atau vitamin yang berupa soal perkalian kepada
pasiennya.
6. Selama
kegiatan berlangsung, pendidik berkeliling untuk mengoreksi jawaban pasien.
Kegiatan Akhir
1. Dokter,
suster, dan mantri melaporkan kepada pendidik pasien mana saja yang sudah
sembuh, dalam artian peserta didik sudah memahami dan dapat mengerjakan soal
perkalian dengan benar.
2. Bagi
pasien yang masih sakit, dalam artian masih belum memahami perkalian, maka
dokter, suster, maupun mantri harus menambah jumlah obat dan vitaminnya dan
mengajarinya lebih tekun.
5.
Kesimpulan
Peserta didik
lebih senang belajar matematika menggunakan metode belajar kreatif ini. Semua peserta
didik terlibat aktif. Mereka gembira sekali memerankan dokter, suster, mantri,
dan pasien. Para pasien memiliki kemauan yang lebih tinggi untuk sembuh atau
dapat memahami perkalian. Mereka menjadi antusias mengerjakan soal matematika
yang dibungkus dalam paketan obat dan vitamin. Para dokter, suster, dan mantri
dengan senang hati mengajari para pasien.
Hikmah pelajaran
1. Metode
belajar Dokter Perkalian ini membentuk karakter peserta didik lebih kompetitif
untuk bisa.
2. Metode
yang sejenis dengan tutor sebaya ini melatih siswa untuk saling membantu satu
sama lain.
3. Peserta
didik mengetahui peran dan tugas profesi seorang dokter, suster, dan mantri.
4. Pelajaran
matematika tidak lagi menakutkan.









No comments:
Post a Comment