January 09, 2024

ENDOMETRIOSIS: Akhirnya Kumenemukan Cara Pencegahan Pertumbuhannya


Waiting for dr. H. Nono Rasino, Sp.OG, Subsp. FER


13 Oktober 2023

Harusnya aku mulai menstruasi dua-tiga hari lagi. Tapi pagi ini kok rasanya udah mules, kram, sampai nggak sanggup lagi ke kantor. Akhirnya kuputuskan buat izin nggak masuk kerja. Berusaha ngurangin sakit dengan minum ibu profen as always, kompres, dan berendam air panas. Nyatanya sakitnya tetap nggak berkurang. Pasca dzuhur, aku minta bantuan Anna buat nemenin ke dokter. Ngikutin saran temen kantor, aku ke RS Afdila Cilacap. Setelah daftar administrasi yang nggak pake lama, aku nunggu dokter dateng. Asli deh, dari duduk baik biasa, sampai tiduran di sepanjang kursi tunggu, jongkok, agak membungkuk, rasanya nyeri luar biasa.


Hasil USG 12 Oktober 2023

Untunglah dr. Nono segera datang dan masuk pasien-pasien dengan nomor antrean sebelumku. Aku dapat nomor antre 8, dan segera masuk saat namaku dipanggil. Perawat mempersilakanku berbaring dan bersiap untuk USG. Waktu dr. Nono melakukan USG, aku nerocos menceritakan rasa nyerinya, seberapa nyeri, dan obat-obatan yang aku konsumsi selama ini (Ibu Profen dan Asam Mefenamat). dr. Nono menanggapi apa yang kusampaikan, beliau bahkan menanyakan kapan mulai nyerinya, apakah dari saat mens pertama kali, apakah rasa nyerinya terus bertambah.

Selesai USG, dr. Nono menjelaskan adanya endometriosis (kista cokelat) dengan ukuran 3.37 cm x 2.11 cm di ovarium sebelah kiri (hasil USG sebelum-sebelumnya katanya di sebelah kanan), tapi nyerinya memang di perut bagian bawah dan pinggang kiri belakang. Selalu di situ. dr. Nono menyampaikan nggak perlu ada tindakan karena jenis endometriosisnya jinak. Tapi menimbulkan sakit yang luar biasa selama menstruasi. Salah satu cara untuk mencegah pertumbuhan endometriosis ini dengan mengkonsumsi obat hormon. Aku sempat nggak setuju, karena obat-obatan itu bikin mual dan migrain. Untungnya dr. Nono adalah pendengar yang baik (meski bicaranya kadang nggak jelas dan selalu diulang oleh perawat agar bisa diterima pasien dengan jelas hihi), beliau memberikan obat-obatan berikut:

Dienogest
  1. Dexketoprofen Trometamol: Obat pereda nyeri yang biasa digunakan pasca operasi. Aku dikasih ini setelah mengeluhkan pain killer favoritku Ibu Profen dan Asam Mefenamat udah nggak ngefek. Padahal sekali minum 2 butir, sehari bisa 6 butir (atau bahkan lebih) dari keduanya itu.
  2. Dienogest: Obat endometriosis yang cara kerjanya harus diminum setiap hari pada jam dan waktu yang sama untuk mencegah pertumbuhan endometriosis. Obat ini harus diminum hingga 3–6 bulan untuk tahu apakah ada penyusutan ukuran endometriosisnya atau nggak. Efeknya nggak akan menstruasi selama itu. Nggak baik kan, ketika darah kotor yang seharusnya dikeluarin ini malah dicegah. Awalnya aku menolak obat ini, khawatir akan mual dan migrain juga takut badan menjadi melar selama mengkonsumsinya, seperti yang kurasakan ketika konsumsi Lutenyl dan Yasmin. Tapi dr. Nono meyakinkan untuk mencobanya dan kembali lagi untuk kontrol sebelum obat ini habis (sebelum sebulan).

17 Oktober 2023

So far obat Dexketoprofen Trometamol cocok banget di aku. Bener-bener di hari kedua dst aku nggak ngerasa sakit seperti biasanya. Ampuh. Begitu juga dengan Dienogest, nggak ada mual atau migrain setelah konsumsi obat itu. Amanlah. Nggak ada lagi gumpalan darah keluar yang bikin nyeri luar biasa, tapi memang darah mens keluar nggak sebanyak biasanya. Bahkan di hari kelima ini udah mau berhenti. Sepertinya aku akan setuju dengan saran dr. Nono untuk konsumsi Dienogest selama 3–6 bulan ke depan. Let see… hihi




No comments: