Tentang Hari Guru nih,
Pas banget setahun yang lalu, 25 November 2015 di Kota Budaya. Sore itu jadwalnya mengajar adik-adik di Taman Cerdas (TC) Sumber Solo Mengajar. Tapi tiba-tiba sudah mau jalan, eh langitnya mewek, petirnya berantem, sampai bikin pohon-pohon berjatuhan. Solo semakin mencekam.
Jadi ragu, mau datang mengajar atau tidak. Sempat rapat via WhatsApp, hingga diputuskan hari itu libur tidak ada pengajaran. Tapi, bagaimana kalau adik-adik sudah ada di TC? bagaimana kalau adik-adik basah kuyup karena menunggu kita? bagaimana adik-adik tahu kalau hari ini libur, sementara kita tidak bisa menghubungi mereka via telepon.
Resah. Gundah. dan Gelisah.
Solo semakin gelap.
Lucu kan, kalau adik-adik datang tapi tidak ada gurunya....
Benar, di antara kami para kakak-kakak tidak ada yang datang, kecuali satu itu tuh yang gagah berani menembus jahatnya hujan sore kala itu. Melia Dewi Setiawan.
Malu hati rasanya mengingat waktu itu.
Benar saja, adik-adik ada di sana. Benar adanya mereka basah kuyup. Benar sekali kalau mereka menunggu kami hingga petang. Hingga Melia datang. Hingga suratnya tersampaikan. Hingga kejutannya berlangsung tepat sasaran.

No comments:
Post a Comment